Isu resesi dunia pada tahun 2023 terus meningkat.

Isu resesi dunia pada tahun 2023 terus meningkat. 

Penyebabnya inflasi yang tinggi, sehingga bank sentral di masing-masing negara menaikkan suku bunga secara agresif. 

Inflasi mengakibatkan kemampuan daya beli masyarakat menurun, dan suku bunga tinggi mengakibatkan ekspansi dunia usaha tersendat, sehingga berpotensi menambah pengangguran.

Resesi adalah hal biasa dalam perekonomian dunia, tetapi perlu diwaspadai seberapa parah dampak yang terjadi. 

Saat suatu negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang berada di atas pertumbuhan rata-rata, memicu tingginya inflasi dan defisit transaksi berjalan, sehingga pertumbuhan ekonominya kemudian cenderung tidak berlanjut.

Saat inflasi menanjak, otomatis bank-bank sentral akan menaikkan suku bunga, sehingga masyarakan menahan belanja dan cenderung menabung. Setelah inflasi mulai menurun, bank-bank sentral kembali menurunkan suku bunga, dan masyarakat meulai membelanjakan uangnya.

Resesi ekonomi 2023 bisa berdampak buruk dan berlangsung dalam waktu yang panjang.  Dapat menurunkan harga aset dan kredit macet perusahaan dan perbankan. Resesi ini akan berdampak pada investasi maupun ekspansi dunia usaha.

Kondisi global saat ini, resesi yang bakal terjadi di 2023 diawali oleh tingginya harga energi yang membuat bank-bank sentral di setiap negara menaikkan suku bunga secara agresif.

Jika inflasi tidak segera turun, maka akan terjadi stagflasi atau stagnannya perekonomian diikuti dengan inflasi yang tinggi. Keduanya sama-sama berefek buruk bagi perekonomian masyarakat.

Kondisi perekonomian yang memburuk berakibat maraknya pemutusan hubungan kerja, dan meningkatkan jumlah pengangguran.

Ekonom Amerika memprediksi resesi ekonomi akan melanda Amerika Serikat pada akhir 2022 dan kemudian menyebar ke seluruh dunia tahun depan.

Risiko resesi yang terjadi tahun 2023 bisa sangat mengerikan.

Bagaimana masyarakat Indonesia dapat mempersiapkan diri menghadapi resesi ekonomi. Simak peluang bisnis yang saat ini sudah ada di Indonesia di video ini.




Comments