Menolak Pertolongan Allah
Menolak Pertolongan Allah
Sebuah kota yang sudah sangat maju, kedamaian melingkupi seluruh anggota masyarakatnya.
Ada ramalan cuaca dari badan pemerintah, yang meramalkan akan ada curah hujan yang berpotensi menimbulkan banjir besar.
Sebagian besar penduduk kota tersebut sudah dievakuasi.
Sebagian kecil adalah masyarakat follower seorang rohaniawan yang meyakini Tuhan tidak akan menimpakan bencana kepadanya dan akan menyelamatkannya.
Akhirnya hari yang dikhawatirkan pun tiba, hujan turun berhari-hari dan menyebabkan banjir.
Saat banjir setinggi lutut, follower sang rohaniawan dievakuasi menggunakan truk oleh tim SAR. Sementara itu, sang rohaniawan tetap bertahan sendirian di daerah banjir. Menolak pertolongan tim SAR dan hanya mau menerima pertolongan Tuhan.
Hujan masih berlanjut beberapa hari, dan banjir sudah setinggi pundak. Tim SAR mengirim perahu karet untuk mengevakuasi sang rohaniawan. Tapi beliau tetap menolak pertolongan tim SAR dan hanya mau menerima pertolongan Tuhan.
Beberapa hari kemudian, banjir sudah setinggi atap rumah, sang rohaniawan duduk di bubungan rumah sambil tak henti berdoa mohon pertolongan.
Tim SAR mengirimkan helikopter untuk mengevakuasi sang rohaniawan. Tapi beliau tetap menolak pertolongan tim SAR dan hanya mau menerima pertolongan Tuhan.
Akhirnya, banjir menghanyutkan rumah beserta sang rohaniawan. Jenazahnya ditemukan 10 km dari lokasi rumahnya.
Sang rohaniawan pun bertemu Tuhan, dan bertanya, "Tuhan, mengapa doaku tidak engkau kabulkakn?"
Tuhan menjawab, "Aku sudah berkali-kali mengirim tim evakuasi untuk menolongmu, tapi kamu selalu menolaknya."
Ternyata, Tuhan bukan tidak mengabulkan doanya, tapi sang rohaniawan sendiri lah yang berprasangka buruk bahwa Tuhan tidak mengabulkan doanya dan kemudian menolak pertolongan tim SAR yang dikirim Tuhan.
Comments